KBI Perkuat Ekosistem Inovasi Bioteknologi di LabIndonesia 2026

https://new.kbi-indonesia.id/wp-content/uploads/2026/04/20260417_112525-1024×768.jpg

TANGERANG, 17 April 2026 – Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI) kembali berpartisipasi aktif dalam ajang pameran teknologi laboratorium terbesar di Asia Tenggara, LabIndonesia 2026, yang berlangsung di Hall 6 ICE BSD City. Kehadiran KBI kali ini tidak hanya memperkuat jejaring antar-pemangku kepentingan, tetapi juga membawa diskusi krusial mengenai masa depan bioteknologi berkelanjutan di Indonesia.

Selama pameran berlangsung, KBI menyambut para pengunjung di Booth nomor 6A29. Kesuksesan partisipasi ini turut didukung oleh beberapa anggota institusional KBI, yaitu Watson-Marlow Indonesia, PT Ecosains Hayati, dan Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN). Dukungan ketiga institusi tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dalam penyediaan sarana booth, di mana pengunjung dapat memperoleh berbagai informasi melalui materi brosur resmi mereka yang tersedia di area KBI.

LabForum: Inovasi Pertanian Berkelanjutan

Puncak kegiatan KBI di LabIndonesia 2026 ditandai dengan penyelenggaraan seminar LabForum bertema “Harmonized Biosafety Assessment and Sustainable Agriculture: Accelerating Innovation with Impact for Indonesian Smallholders”. Labforum ini diselenggarakan pada hari ketiga, Jumat, 17 April 2026, bertempat di Ruang B, Hall 6 ICE BSD City. Acara dibuka dengan sambutan dari Dr. Wahyu Purbowasito Setyo Waskito, M. Sc., selaku Presiden KBI.

Seminar ini menghadirkan dua pakar ternama yang mengupas sisi teknis dan strategis bioteknologi:

  1. Prof. Dr. Bambang Prasetya, M.Sc. (Ketua Komisi Keamanan Hayati PRG – BRIN): Membawakan topik “Strengthening Biosafety Assessment for Accelerating Innovation”. Beliau menekankan pentingnya harmonisasi data transportability dan penilaian kesesuaian berdasarkan standar internasional (seperti OECD dan Codex) untuk meningkatkan efisiensi waktu serta biaya dalam riset tanaman Produk Rekayasa Genetik (PRG).

  2. Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D. (Ketua Program Studi Mikrobiologi Pertanian, UGM): Membahas “Communicating Biotechnology in the Digital Era”. Beliau menyoroti pentingnya strategi komunikasi sains digital melalui media sosial (Instagram, TikTok) untuk menjembatani kesenjangan informasi antara peneliti dan petani kecil di Indonesia guna mendorong adopsi inovasi.

Materi presentasi yang dibawakan oleh kedua narasumber dapat diunduh di sini.

KBI mengucapkan terima kasih kepada PT Pamerindo Indonesia dan Informamarkets selaku pihak penyelenggara LabIndonesia atas undangan rutin yang diberikan untuk berpartisipasi di event ini. Apresiasi setinggi-tingginya kami berikan kepada para narasumber dan moderator dari CropLife Indonesia yang telah berkenan berbagi ilmu melalui Labforum. Tidak lupa ucapan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pengunjung booth 6A29 atas antusiasme dan diskusi yang produktif selama acara berlangsung.

Sampai jumpa di event KBI selanjutnya.

GALLERY

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top